Kamis, 20 Oktober 2011

HARDCORE

Mungkin ini udah jadi satu identitasku atau kecintaanku… Sejak kecil aku udah diperkenalkan sama dunia yang satu ini. Masa kecilku kuhabiskan dengan mengikuti kompetisi menyanyi, choir, dan bermain musik.
Seiring berjalannya waktu, aku mulai mengenal banyak aliran musik. Tidak seperti masa kecilku yang dihabiskan dengan mendengarkan musik2 klasik dan jazz. Aku mulai mengenal Punk, Rock, J Rock, Fusion dan segala macam musik beserta sub- genre nya.
Tak salah, musik itu memang sangat menarik. Semakin aku menyelam, semakin aku tenggelam. Walaupun sekarang aku uda ga maen musik lagi ( bahkan jari- jemariku sudah terlalu kaku untuk memetik senar gitar ), aku tetap jadi pendengar dan pencinta musik sejati, hahaii…
Salah satu genre yang paling aku suka adalah hardcore.
Nah, pas kemaren aku bikin status di FB -yang bunyinya ” Sudahkah Anda Hardcore Hari Ini ? “, aku banyak dapat komentar dan pertanyaan seputar hardcore. Mereka bertanya, apa sih sebenarnya hardcore itu.
Dan, gara2 itu juga aku jadi kepikiran untuk bercerita sedikit tentang hardcore di sini.
Hehe, sebenernya sih cukup banyak versi tentang hardcore dan sejarahnya. Aku sendiri membaca di berbagai sumber, mulai dari internet, majalah musik dan berbagai buku yang bercerita tentang asal- muasal musik itu sendiri. Dan aku mendapat sebuah benang merah tentang apa yang aku baca.
Hardcore (penulisannya disambung), kata yang sering disebut banyak orang (terutama remaja) ini sebenarnya bukan sekedar jenis musik saja, melainkan sebuah perasaan yang kuat/peka yang disertai dengan tingkah laku berdasarkan kecintaannya pada hidup. Tepatnya sebuah emosi jiwa. Arti sebenarnya dr “hardcore” ini adalah “yang paling” atau “intisari” (bukan sebuah jenis minuman).
Berdasarkan keterangan di atas, sangat benar kalo dikatakan bahwa hardcore merupakan satu bentuk ekspresi yangg dikeluarkan dalam bentuk gaya hidup dengan pemikiran ke depan dan perhatian terhadap lingkungannya.
Jadi, in other words hardcore adalah gaya hidup, tingkah laku, komunitas terbuka, perasaan, emosi jiwa, kebersamaan, persatuan dan kesatuan, persahabatan sejati, persaudaraan yang tanpa memandang segi/hal apapun.
Nah, kalo hardcore yang berhubungan musik itu apaan? Jadi sekitar era 70’an dan awal 80’an, di Amrik terdapat sekelompok pemuda yang terdiri dari remaja2 miskin yang mencari nafkah sebagai buruh, beberapa skateboarder jalanan, gangster (preman), dan beberapa remaja lainnya yang rata – rata pengangguran (benci sekolah). Mereka semua ini penggemar berat OI! atau punkrock, dan memiliki group band beraliran sama. Para pemuda itulah yg nantinya menjadi pondasi pertama sejarah pergerakan hardcore di dunia.
Nah, mengenai sejarah band2 hardcore sendiri sebenernya banyak. Ada yang terkenal dan banyak juga yang bubar sebelum naik ke permukaan. Beberapa contoh group band Amrik ini adalah S.S. Decontrol, Negative Approach, Minor Threat, Iron Cross, Agnostic Front, Bad Brains dll. Selang beberapa tahun kemudian hardcore semakin menjamur disana dan munculah nama2 spt Cro-Mags, Youth Of Today, Murphy’s Law, Cause For Alarm dll. Nah…Band2 inilah yg nantinya disebut “Old School” karena kata tersebut identik dgn kekerasan, tattoo dimana – mana, mabuk apa saja, dan lirik lagu yg bertemakan hatred, critizing, pure attitude serta para personilnya rata2 skinhead.
Apa itu old school dan skinhead?
Old school adalah sebutan untuk para pengusung street punk/OI! yang berjiwa hardcore. Mereka identik dengan fashion skinhead-nya (shaved heads, boots, dan braces) dan dengan lambang Sanctae Cruce-nya (nama asli untuk iron cross). Lambang itu dipakai karena mereka penganut agama Kristen/katholik yg taat. Lambang itu sendiri diciptakan oleh King Richard dari Inggris semasa Perang Salib 2, dan sayangnya pernah mendapat reputasi yg buruk karena Jerman juga memakainya semasa perang Dunia 1 & 2. Jadi sungguh lucu apabila ada sebuah band hardcore yang mengaku dirinya Old Shool tp tdk pernah berkiblat pd OI!, tidak satupun personilnya seorang skinhead, yg berani memakai lambing iron cross hanya karena ikut – ikutan, bukan karena penganut agama yang bersangkutan, bahkan mungkin tidak pernah tau apa itu Sham 69, Cockney Reject, The Business, Cock Sparrer, Angelic Upstarts, The 4-skins, The Last Resort, The Crack, Condemned 84, The Oppressed, Red Alert dll…dsb. Mereka hanya tau Sick Of It All, Warzone, Gorilla Biscuit.
Nah, ada yang pernah denger kata Straight Edge ( SxE )? Apa lagi nih? Nama ini berasal dari sebuah judul lagu Minor Threat. Hal ini merupakan sebuah pengendalian diri. Pengendalian hidup kamu sendiri dan bukan orang lain, menjadi seorang yang berguna dan menjadi seorang sahabat yg baik. Setelah itu, barulah kemudian mjd seorang pacilist, anti kekerasan, tidak merokok dan minum minuman yang merusak tubuh (seperti alkohol dan produk Coca-Cola/bersoda), bebas dari narkoba dan menjadi seorang vegan/vegetarian. Jadi bukan hanya sekedar membubuhkan tanda “X” di punggung tangan apabila seseorang bukanlah seorang penganut paham SxE (Straight Edge).
Yahhh, begitulah sekilas tentang hardcore. Mungkin emang belom sepenuhnya memuaskan, laen kali aku bakal tambahin. Dan tetap berbagi info tentang musik dari genre laen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar